Jumat, 30 Desember 2016

Pantun"Nasehat"

 Pantun Nasehat

Ramai orang membeli jamu
Di bawah pokok cuaca redup
Bersungguh-sungguh mencari ilmu
Ilmu dicari penyuluh hidup
jika pergi kepadang datar
jangan lupa pulang berlabuh
jika kita kepingin pintar
belajarlah sungguh-sungguh
matamu berbinar binar
bagaikan terang rembulan
kamu gak pinter pinter
pacaran aja kerjaannya
kamu itu sangat imut
kamu selalu dihatiku
kalau kamu kentut
aku selalu pergi darimu
jalan-jalan kesawojajar
disana banyak batu koral
sekolah tempat kita belajar
belajar ilmu serta moral
pergi jalan-jalan kepasar
pergi lagi ketempat gadai
mari kita rajin belajar
rajin belajar supaya pandai
jika ingin mendulang cadas
jangan lupa palu baja
jika murid tumbuh cerdas
guru pun ikut bahagia
Parang tajam tidak berhulu
Buat menetak si pokok Ru
Bila belajar tekun selalu
Jangan ingkar nasihat guru
Orang tua patut disegani
Boleh mendapat ajarnasihat
Ular yang bisa tidak begini
Bisa lagi lidah yang jahat
Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat
Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sucinya?
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya
Pantai Mersing kuala Johor
Pantainya bersih sangat mashyur
Pohonkan doa kita bersyukur
Negara kita aman dan makmur
Hari malam gelap-gelita
Pasang lilin jalan ke taman
Sopan santun budaya kita
Jadi kebanggaan zaman berzaman
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
Buah cempedak diluar pagar
Ambil galah tolong jolokkan
Saya budak baru belajar
Kalau salah tolong tunjukkan
Pisang emas dibawa belayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati
Dalam semak ada duri
Ayam kuning buat sarang
Orang tamak selalu rugi
Macam anjing dengan bayang
Baik-baik mengirai padi
Takut mercik ke muka orang
Biar pandai menjaga diri
Takut nanti diejek orang
Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian
Mari kita tanam halia
Ambil sedikit buat juadah
Usia muda jangan disia
Nanti tua sesal tak sudah
Padi muda jangan dilurut
Kalau dilurut pecah batang
Hati muda jangan diturut
Kalau diturut salah datang
Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang
Orang Daik memacu kuda
Kuda dipacu deras sekali
Buat baik berpada-pada
Buat jahat jangan sekali
Dayung perahu tuju haluan
Membawa rokok bersama rempah
Kalau ilmu tidak diamalkan
Ibarat pokok tidak berbuah
Kalau kita menebang jati
Biar serpih tumbangnya jangan
Kalau kita mencari ganti
Biar lebih kurang jangan
Pergi berburu sampai ke sempadan
Dapat Kancil badan berjalur
Biar carik baju di badan
Asalkan hati bersih dan jujur
Pulau Pandan jauh ke tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi yang baik di kenang juga
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah
bunga mawar bunga melati
ditanam di pinggir sunggai
rajin-rajinlah kita mengaji
kelak tuanya menjadi pak kyai
pak dani bawa adik
mau diasah dijati baru
jangan suka ganggu adik
nanti dimarahi ibu
anak doah makan lepet
makan lepet sambil melompat
kalau ingin cepat pintar
rajin-rajin lah untuk belajar
kalau ada sumur diladang
boleh kita numpang mandi
kalau ada umur yang panjang
boleh kita bejumpa lagi
puisi cinta harus berjajar
seperti bunga-bunga teratai
kalau kita rajin belajar
cita-cita pasti tercapai
jika kamu hendak melamar
jangan banyak tulis dihapus
jika siswa rajin belajar
sudah tentu pasti lulus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar